Ikhtilaf
180 Kata dalam Rasm Mushaf Indonesia, (Sebuah Analisis Perbandingan Madzhab
al-Da>ni dan Abu Da>wu>d)
Zahra
Atika Mappiara
Aderahmatia
Razak
Email:
Abstrak
Penulisan
Mushaf Indonesia tidak mengunggulkan salah satu riwayat, terkadang bersesuaian
dengan madzhab Abū‘Amr ad-Dānī dan di
tempat lain dengan Abū Dāwūd Sulaimān bin
Najāḥ, atau
bahkan tidak bersesuaian antar keduanya. Tulisan Mushaf Indonesia
menggunakan rasm ‘Utsma>ni. (1) Rasm
Mushaf Indonesia terdapat 157 kata yang sesuai dengan madzhab Ad Da>ni dan tidak
sesuai dengan madzhab Abu Da>wu>d, (2) Rasm Mushaf Indonesia terdapat 3 kata yang sesuai dengan madzhab Abu
Da>wu>d dan tidak sesuai dengan madzhab Ad Da>ni, (3) Terdapat 20 kata
dalam Rasm Mushaf Standar Indonesia yang tidak sesuai dengan madzhab asy-syaikhani
(Ad-Da>ni dan Abu Da>wu>d).Tujuan umum dari penelitian ini untuk memberikan
informasi mengenai sejarah, kedudukan, dan rasm yang digunakan dalam Al-Qur’an.Selain
itu, bagi peneliti memudahkan dalammenganalisis kata dalam rasm Mushaf
Indonesia, dan melihat acuan madzhab yang digunakan dalam rasm tersebut. Untuk
pembaca memberikan informasi dan wawasan baru. Manfaat dari penelitian ini bagi
pembaca bisa digunakan rujukan untuk pengambilan referensi terkait perbedaan
madzhab yang digunakan dalam Rasm Mushaf Indonesia. Salah satu contoh kata yang
dianalisis, yaitu:أَبۡصَٰرِهِمۡ ditinjau dari Rasm Mushaf Indonesia merujuk kepada Ad-Da>ni.Peneliti
menggunakan metode Kajian Pustaka; menggumpulkan bahan dari berbagai jurnal dan
skripsi.
Kata
Kunci:Mushaf, Indonesia, Rasm, Madzhab
A. PENDAHULUAN
Allah swt memberikan manusia potensi berupa
pemahaman ilmu pengetahuan/agama, yang mengundang timbulnya ikhtilaf
baik secara lisan maupun tulisan, setiap permasalahan yang muncul memberikan
kesempatan kepada manusia untuk berpendapat dan mengeluarkan suatu
kebijaksanaan juga argumentasi yang dimiliki.
Rasm
Al-Qur’an adalah ilmu yang mempelajari tentang penulisan Mushaf Al-Qur’an yang
dilakukan dengan cara khusus, baik dalam penulisan lafal-lafalnya maupun
bentuk-bentuk huruf yang digunakan. Rasimul Quran dikenal juga dengan sebutan Rasm
Al-‘Utsma>ni, Khalifah Usman bin Affan memerintahkan untuk membuat sebuah Mushaf
Al-Imam, dan membakar semua Mushaf selain dari Mushaf Al-Imam, dikarenakan pada
zaman Usman bin Affan kekuasaaan Islam telah tersebar meliputi daerah-daerah
selain Arab yang memiliki sosio-kultur berbeda.
Hal
ini menyebabkan percampuran kultur antar daerah. Sehingga ditakutkan budaya
arab murni termasuk di dalamnya lahjah dan cara bacaan menjadi rusak
atau bahkan hilang tergilas budaya dari daerah lainnya. Implikasi yang paling
ditakutkan adalah rusaknya budaya oral arab akan menyebabkan banyak perbedaan
dalam membaca Al-Qur’an.[1]
Dalam
Al-Qur’an terdapat beragam rasm (tulisan), hal ini menimbulkan banyak perbedaan
pendapat. Mushaf Al-Qur’an Standar Indonesia (selanjutnya disebut MASI) secara
terminologi didefinisikan sebagai ‘Mushaf Al-Qur’an yang dibakukan baik dari
segi cara penulisan, harakat, tanda baca, dan tanda waqaf-nya, sesuai dengan
hasil yang dicapai dalam Musyawarah Kerja (Muker)
Ulama ahli Al-Qur’an yang berlangsung selama 9 tahun, dari tahun 1974 s.d 1983
dan dijadikan pedoman bagi Al-Qur’an yang diterbitkan di Indonesia.’
Definisi ini menggambarkan bahwa MASI
memiliki kekhasan tersendiri, berdasarkan hasil bersama para ulama ahli
Al-Qur’an di Indonesia.[2] Adanya
MASI merupakan kreasi para ulama, dengan niat untuk memudahkan muslim
Indonesia, sehingga mereka memiliki acuan yang sama bagi Al-Qur’annya.
Berdasarkan
Muker diatas hasil yang diperoleh yaitu mushaf Indonesia harus mengacu pada
Rasm ‘Utsma>ni. Keputusan para ulama tersebut berdasarkan pada pandangan
Imam Malik bin Anas, Imam Ahmad bin Hambal al-Baihaqi yang melarang penulisan
Al-Qur’an dengan Rasm Imla’i. Hal tersebutlah yang menjadi spirit bagi
para ulama Al-Qur’an pada Muker.
Al-Qur’an muncul pertengahan
abad ke-18, dan selalu merujuk pada dua imam besar, dalam kajian rasm
‘Utsma>ni mereka disebut dengan asy-Syaikhāni (dua ulama yang kredibel dalam ilmu rasm) yaitu, Abū Said
Usmān ad-Dānī dan Abū Dāwūd Sulaimān bin
Najah.Kedua imam ini, walaupun satu perguruan namun dalam bidang rasm
kadangkala keduanya berbeda kajian tentang rasm ‘Utsma>ni.
Penulisan Mushaf Indonesia
tidak mengunggulkan salah satu riwayat, terkadang bersesuaian dengan madzhab Abū‘Amr ad-Dānī dan di
tempat lain dengan Abū Dāwūd Sulaimān bin
Najāḥ, atau
bahkan tidak bersesuaian antar keduanya. Penulisan Al-Qur’an
berdasarkan rasm ‘Utsma>ni memiliki banyak manfaat sebagaimana disebutkan
oleh para ulama qira’at, salah satu manfaat terpenting adanya metode
ragam qira’at yang berbeda sehingga dapat terwakili dalam mushaf ‘Utsma>ni.[3]
B. PEMBAHASAN
1. Pengertian
Ikhtilaf terdapat berbagai istilah dalam bahasa arab
yang memiliki konotasi semakna: ikhtilaf, khilaf, dan khilafiyah
yang menurut bahasa ialah perbedaan pendapat, pemikiran, warna, jenis, yang
berkonotasi kepada perubahan. Akan tetapi menurut istilah khilaf dan khilafiyah
lebih berkonotasi pada pertentangan dan perselisihan.[4]
Sedangkan ikhtilaf lebih
berkonotasi pada perbedaan. Ikhtilaf menurut KBBI perbedaan pendapat
dikalangan ulama.
Rasm berasal dari kata Al-Atsar
yang bermakna bekas, peninggalan, dalam perbendaharaan bahasa Arab, memiliki
beberapa sinonim seperti الزبور،الرسم،الخط،، dan السطر yang semuanya memiliki arti tulisan.[5]RasmAdalah ilmu yang mempelajari tentang
penulisan Mushaf Al-Qur’an yang dilakukan dengan cara khusus, baik dalam
penulisan lafal-lafalnya maupun bentuk-bentuk huruf yang digunakan.[6]
Rasm al-Mus}h}af merupakan
pola penulisan Al-Qur’an yang spesifik ditetapkan ‘Utsma>n bin Affan pada
masanya, penulisan tersebut dipercayakan kepada Zaid bin Tsabit dan tiga orang
Quraisy lainnya. Pada bagian rasm ini terdapat perbedaan dengan rasm imla’i
tulisan arab konvensional yang biasa digunakan pada penulisan huruf dan kalimat
arab pada umumnya.[7]
Secara etimologis mushaf
berasal dari bahasa Arab yang berarti kitab atau buku. Sedangkan menurut KBBI
(Kamus Besar Bahasa Indonesia) mushaf bagian naskah yang bertulis tangan
(beberapa bagian naskah yang utuh atau pun tidak utuh).[8]
Mushaf standar Indonesia adalah mushaf resmi yang beredar dan berlaku di Indonesia.
Indonesia menetapkan Mushaf
Standar Indonesia (MSI) tujuan dari penetapan MSI ini yaitu adanya pedoman
dalam penerbitan dan pencetakan Al-Qur’an di Indonesia, saat itu tidak
diperkenankan lagi menerbitkan dari luar negeri karena memiliki rasm dan tanda
baca yang berbeda-beda. Mushaf Al-Qur’an umumnya terdapat empat perbedaan:
sistem penulisan (rasm), sistem harakat (asy-syakl), sistem tanda
baca, (adh-dhabt), dan tanda waqaf (al-Waqf). Kajian tentang rasm
mushaf Indonesia dinilai terbatas. Tulisan Mushaf Standar Indonesia menggunakan
rasm ‘Utsma>ni.[9]
Pembagian
Mushaf Indonesia atau yang
lebih dikenal dengan Mushaf Standar Indonesia. Melalui KMA, No 25 tahun 1984,
Indonesia memiliki tiga jenis mushaf
a. Al-Qur’an
Standar, yaitu: Mushaf Standar ‘Utsma>ni untuk orang awas,
b. Mushaf
Bahriyah untuk para penghafal Al-Qur’an, dan
c. Mushaf
Braille untuk para tunanetra.
Sejak ditetapkan tiga varian
ini tersebar secara luas dan banyak digunakan, baik sebagai bacaan maupun objek
penelitian. Diantara tiga mushaf yang paling banyak dicetak adalah Mushaf
Al-Qur’an Standar ‘Utsma>ni.[10]
Macam-Macam
Rasm
Penulisan Al-Qur’an lazimnya ditulis dengan dua
macam, yaitu dengan rasm ‘Utsma>ni dan rasm imla’i, ketika
menuliskan Al-Qur’an dalam mushaf, terjadi khilafiyah (perbedaan pendapat) di kalangan ulama.
Banyak ulama menyepakati Al-Qur’an ditulis dengan rasm ‘utsma>ni.
Meskipun kesepakatannya masih diperselisihkan.
Ada beberapa kelompok yang memiliki perbedaan
pendapat (khilafiyah ) mengenai sistem penulisan Al-Qur’an:
a.
Menurut Ibnu Mubarak dari
gurunya ‘Abd al-‘Aziz al-Dabagh: Al-Qur’an wajib ditulis dengan rasm ‘Utsma>ni,
karena rasm ‘Utsma>ni adalah tauqifi (given) dari nabi.
b.
Menurut Malik bin Anas, Ahmad
bin Hanbal, dkk: Al-Qur’an wajib ditulis dengan rasm
‘Utsma>ni, karena sunnah muttaba’ah dari para sahabat. Bukan taufiqi
dari nabi.
c.
Menurut Abu Bakar
al-Ba>qi>la>ni> dan Abdurahman Ibnu Khaldun: Al-Qur’an tidak
wajib ditulis dengan rasm ‘Utsma>ni, rasm adalah produk yang
muncul dari hasil kebudayaan (ijtihadi).
d.
Menurut ‘Izzuddin ibnu
‘Abdissalam: Al-Qur’an boleh ditulis dengan rasm qiyasi yang
berkembang, akan tetapi diharuskan masih melestarikan pola penulisan Al-Qur’an
menggunakan rasm ‘Utsma>ni.
Dalam ilmu rasm ‘Utsma>ni terdapat
dua madzhab besar yaitu ad-Dani dan Abu Dawud Sulaiman bin Najah, rasm ‘Utsma>ni
ini memiliki kaidah-kaidah dalam penulisannya, al-Suyu>t}i> membagi
kaidah tersebut:
a.
Membuang Huruf (al-H}az|f),
b.
Menambah Huruh
(al-Ziya>dah),
c.
Penulisan Hamzah (al-Hamz),
d.
Penggantian Huruf (al-Badl),
e.
Menyambung dan Memisahkan
Tulisan (al-Fas}l wa al-Was}l), dan
f.
Menulis salah satu kalimat
yang memiliki bacaan lebih dari satu bacaan (fima fihi qira’ata>ni kitabati
‘ala> Ih}da>huma>.[11]
Berdasarkan
informasi yang diperoleh, di bawah ini terdapat ikhtiaf 180 kata dalam
Al-Qur’an ditinjau dari persfektif Madzhab Asy-syaikhani
(Surah al-Baqarah,
al-‘Imran, al-Ma>idah, al-An’a>m, an-Nahl, Ga>fir, Fushilat, az-Zumar)
No
|
Ayat
|
MSI
|
Madzhab
|
Keterangan
|
|
Al-Dani
|
Abu
Dawud
|
||||
1
|
2:7
|
أَبۡصَٰرِهِمۡ
|
أَبۡصَٰرِهِمۡ
|
أَبۡصَرِهِمۡ
|
Ad-Dānī
|
2
|
2:7
|
غِشَٰوَةٞ
|
غِشَٰوَةٞ
|
غِشَوَةٞ
|
Ad-Dānī
|
3
|
2:15
|
طُغۡيَٰنِهِمۡ
|
طُغۡيَٰنِهِمۡ
|
طُغۡيَنِهِمۡ
|
Ad-Dānī
|
4
|
2:16
|
تِّجَٰرَتُهُمۡ
|
تِّجَٰرَتُهُمۡ
|
تِّجَرَتُهُمۡ
|
Ad-Dānī
|
5
|
2:19
|
أَصَٰبِعَهُمۡ
|
أَصَٰبِعَهُمۡ
|
أَصَبِعَهُمۡ
|
Ad-Dānī
|
6
|
2:19
|
ٱلصَّوَٰعِقِ
|
ٱلصَّوَٰعِقِ
|
ٱلصَّوَعِقِ
|
Ad-Dānī
|
7
|
2:20
|
أَبۡصَٰرَهُمۡ
|
أَبۡصَٰرَهُمۡ
|
أَبۡصَرَهُمۡ
|
Ad-Dānī
|
8
|
2:22
|
فِرَٰشٗا
|
فِرَٰشٗا
|
فِرَشٗا
|
Ad-Dānī
|
9
|
2:22
|
الثَّمَرَاتِ
|
الثَّمَرَاتِ
|
الثَّمَرَتِ
|
Ad-Dānī
|
10
|
2:25
|
مُتَشَٰبِهٗا
|
مُتَشَٰبِهٗا
|
مُتَشَبِهٗا
|
Ad-Dānī
|
11
|
2:25
|
أَزْوَاجٌ
|
أَزْوَاجٌ
|
أَزْوَجٌ
|
Ad-Dānī
|
12
|
2:27
|
مِيثَاقِهِ
|
مِيثَاقِهِ
|
مِيثَقِهِ
|
Ad-Dānī
|
13
|
2:28
|
أَمۡوَٰتٗا
|
أَمۡوَٰتٗا
|
أَمۡوَتٗا
|
Ad-Dānī
|
14
|
2:28
|
فَأَحْيَاكُمْ
|
فَأَحْيَاكُمْ
|
فَأَحْيَكُمْ
|
Ad-Dānī
|
15
|
2:36
|
وَمَتَٰعٌ
|
وَمَتَٰعٌ
|
وَمَتَعٌ
|
Ad-Dānī
|
16
|
2:40
|
وَإِيَّٰيَ
|
وَإِيَّٰيَ
|
وَإِيَّيَ
|
Ad-Dānī
|
17
|
2:40
|
إِسۡرَٰٓءِيلَ
|
إِسۡرَٰٓءِيلَ
|
إِسۡرَٰٓءِيلَ
|
Ad-Dānī
|
18
|
2:42
|
بِٱلۡبَٰطِلِ
|
بِٱلۡبَٰطِلِ
|
بِٱلۡبَطِلِ
|
Ad-Dānī
|
19
|
2:43
|
الرَّاكِعِينَ
|
الرَّكِعِينَ
|
الرَّكِعِينَ
|
Tidak Keduanya
|
20
|
2:48
|
شَفَٰعَةٞ
|
شَفَٰعَةٞ
|
شَفَعَةٞ
|
Ad-Dānī
|
21
|
2:62
|
الصَّابِئِينَ
|
الصَّابِئِينَ
|
الصَّبِئِينَ
|
Ad-Dānī
|
22
|
2:62
|
صَٰلِحٗا
|
صَٰلِحٗا
|
صَلِحٗا[12]
|
Ad-Dānī
|
23
|
2:63
|
مِيثَاقَكُمْ
|
مِيثَاقَكُمْ
|
مِيثَقَكُمْ
|
Ad-Dānī
|
24
|
2:65
|
خَاسِئِينَ
|
خَسِئِينَ
|
خَسِئِينَ
|
Tidak Keduanya
|
25
|
2:66
|
نَكَٰلٗا
|
نَكَٰلٗا
|
نَكَلٗا
|
Ad-Dānī
|
26
|
2:69
|
النَّاظِرِينَ
|
النَّاظِرِينَ
|
النَّظِرِينَ
|
Ad-Dānī
|
27
|
2:72
|
فَادَّارَأْتُمْ
|
فَادَّرَأْتُمْ
|
فَادَّرَأْتُمْ
|
Tidak Keduanya
|
28
|
2:75
|
كَلَٰمَ
|
كَلَٰمَ
|
كَلَمَ
|
Ad-Dānī
|
29
|
2:81
|
أَحَٰطَتۡ
|
أَحَٰطَتۡ
|
أَحَطَتۡ
|
Ad-Dānī
|
30
|
2:83
|
مِيثَٰقَ
|
مِيثَٰقَ
|
مِيثَقَ
|
Ad-Dānī
|
31
|
2:83
|
بِٱلۡوَٰلِدَيۡنِ
|
بِٱلۡوَٰلِدَيۡنِ
|
بِٱلۡوَلِدَيۡنِ
|
Ad-Dānī
|
32
|
2:84
|
مِيثَاقَكُمْ
|
مِيثَاقَكُمْ
|
مِيثَقَكُمْ
|
Ad-Dānī
|
33
|
2:84
|
دِيَارِكُمْ
|
دِيَارِكُمْ
|
دِيَرِكُمْ
|
Ad-Dānī
|
34
|
2:85
|
دِيَارِهِمْ
|
دِيَارِهِمْ
|
دِيَرِهِمْ
|
Ad-Dānī
|
35
|
2:85
|
وَالْعُدْوَانِ
|
وَالْعُدْوَانِ
|
وَالْعُدْوَنِ
|
Ad-Dānī
|
36
|
2:85
|
بِغَافِلٍ
|
بِغَافِلٍ
|
بِغَافِلٍ
|
Ad-Dānī
|
37
|
2:93
|
مِيثَٰقَكُمۡ
|
مِيثَٰقَكُمۡ
|
مِيثَقَكُمۡ
|
Ad-Dānī
|
38
|
2:93
|
إِيمَٰنُكُمۡ
|
إِيمَٰنُكُمۡ
|
إِيمَنُكُمۡ
|
Ad-Dānī
|
39
|
2:102
|
هَٰرُوتَ
|
هَٰرُوتَ
|
هَرُوتَ
|
Ad-Dānī
|
40
|
2:102
|
وَمَٰرُوتَ
|
وَمَٰرُوتَ
|
وَمَرُوتَ
|
Ad-Dānī
|
41
|
2:102
|
وَمَا
يُعَلِّمَانِ
|
وَمَا
يُعَلِّمَنِ
|
وَمَا
يُعَلِّمَانِ
|
Ad-Dānī
|
42
|
2:102
|
خَلَٰقٖ
|
خَلَٰقٖ
|
خَلَقٖ
|
Ad-Dānī
|
43
|
2:108
|
بِٱلۡإِيمَٰنِ
|
بِٱلۡإِيمَٰنِ
|
بِٱلۡإِيمَنِ
|
Ad-Dānī
|
44
|
2:111
|
بُرۡهَٰنَكُمۡ
|
بُرۡهَٰنَكُمۡ
|
بُرۡهَنَكُمۡ
|
Ad-Dānī
|
45
|
2:115
|
وَٰسِعٌ
|
وَٰسِعٌ
|
وَسِعٌ
|
Ad-Dānī
|
46
|
2:116
|
قَٰنِتُونَ
|
قَنِتُونَ
|
قَنِتُونَ
|
Tidak Keduanya
|
47
|
2:118
|
تَشَٰبَهَتۡ
|
تَشَٰبَهَتۡ
|
تَشَبَهَتۡ
|
Ad-Dānī
|
48
|
2:123
|
شَفَٰعَةٞ
|
شَفَٰعَةٞ
|
شَفَعَةٞ
|
Ad-Dānī
|
49
|
2:139
|
أَعۡمَٰلُنَا
|
أَعۡمَٰلُنَا
|
أَعۡمَلُنَا
|
Ad-Dānī
|
50
|
2:139
|
أَعۡمَٰلُكُمۡ
|
أَعۡمَٰلُكُمۡ
|
أَعۡمَلُكُمۡ
|
Ad-Dānī
|
51
|
2:140
|
شَهَٰدَةً
|
شَهَٰدَةً
|
شَهَدَةً
|
Ad-Dānī
|
52
|
2:140
|
بِغَٰفِلٍ
|
بِغَٰفِلٍ
|
بِغَٰفِلٍ
|
Ad-Dānī
|
53
|
2:142
|
صِرَٰطٖ
|
صِرَٰطٖ
|
صِرَطٖ
|
Ad-Dānī
|
54.
|
2:143
|
إِيمَٰنَكُمۡ
|
إِيمَٰنَكُمۡ
|
إِيمَنَكُمۡ
|
Ad-Dānī
|
55.
|
2:144
|
بِغَٰفِلٍ
|
بِغَٰفِلٍ
|
بِغَفِلٍ
|
Ad-Dānī
|
56.
|
2:149
|
بِغَٰفِلٍ
|
بِغَٰفِلٍ
|
بِغَفِلٍ
|
Ad-Dānī
|
57.
|
2:154
|
أَمۡوَٰتُ
|
أَمۡوَٰتُ
|
أَمۡوَتُ
|
Ad-Dānī
|
58.
|
2:155
|
ٱلۡأَمۡوَٰلِ
|
ٱلۡأَمۡوَٰلِ
|
ٱلۡأَمۡوَلِ
|
Ad-Dānī
|
59.
|
2:156
|
أَصَٰبَتۡهُم
|
أَصَٰبَتۡهُم
|
أَصَبَتۡهُم
|
Ad-Dānī
|
60.
|
2:164
|
ٱخۡتِلَٰفِ
|
ٱخۡتِلَٰفِ
|
ٱخۡتِلَفِ
|
Ad-Dānī
|
61.
|
2:167
|
بِخَٰرِجِينَ
|
بِخَٰرِجِينَ
|
بِخَرِجِينَ
|
Ad-Dānī
|
62.
|
2:177
|
عَٰهَدُواْۖ
|
عَٰهَدُواْۖ
|
عَهَدُواْۖ
|
Ad-Dānī
|
63.
|
2:178
|
بِإِحۡسَٰنٖۗ
|
بِإِحۡسَٰنٖۗ
|
بِإِحۡسَنٖۗ
|
Ad-Dānī
|
64.
|
2:179
|
ٱلۡأَلۡبَٰبِ
|
ٱلۡأَلۡبَٰبِ
|
ٱلۡأَلۡبَبِ
|
Ad-Dānī
|
65.
|
2:180
|
لِلۡوَٰلِدَيۡنِ
|
لِلۡوَٰلِدَيۡنِ
|
لِلۡوَٰلِدَيۡنِ
|
Ad-Dānī
|
66.
|
2:187
|
بَٰشِرُوَ
|
بَٰشِرُوَ
|
بَٰشِرُوَ
|
Ad-Dānī
|
67.
|
2:187
|
تُبَٰشِرُوَ
|
تُبَٰشِرُوَ
|
تُبَٰشِرُوَ
|
Ad-Dānī
|
68.
|
2:187
|
عَٰكِفُونَ
|
عَكِفُونَ
|
عَكِفُونَ
|
Tidak Keduanya
|
69.
|
2:188
|
أَمۡوَٰلَكُم
|
أَمۡوَٰلَكُم
|
أَمۡوَلَكُم
|
Ad-Dānī
|
70.
|
2:188
|
أَمۡوَٰلِ
|
أَمۡوَٰلِ
|
أَمۡوَٰلِ
|
Ad-Dānī
|
71.
|
2:188
|
بِٱلۡبَٰطِلِ
|
بِٱلۡبَٰطِلِ
|
بِٱلۡبَطِلِ
|
Ad-Dānī
|
72.
|
2:189
|
مَوَٰقِيتُ
|
مَوَٰقِيتُ
|
مَوَقِيتُ
|
Ad-Dānī
|
73.
|
2:189
|
أَبۡوَٰبِهَاۚ
|
أَبۡوَٰبِهَاۚ
|
أَبۡوَبِهَاۚ
|
Ad-Dānī
|
74.
|
2:190
|
وَقَٰتِلُواْ
|
وَقَٰتِلُواْ
|
وَقَتِلُواْ
|
Ad-Dānī
|
75.
|
2:190
|
يُقَٰتِلُونَكُمۡ
|
يُقَٰتِلُونَكُمۡ
|
يُقَتِلُونَكُمۡ
|
Ad-Dānī
|
76.
|
2:191
|
تُقَٰتِلُوهُمۡ
|
تُقَٰتِلُوهُمۡ
|
تُقَتِلُوهُمۡ
|
Ad-Dānī
|
77.
|
2:193
|
عُدۡوَٰنَ
|
عُدۡوَٰنَ
|
عُدۡوَنَ
|
Ad-Dānī
|
78.
|
2:197
|
ٱلۡأَلۡبَٰبِ
|
ٱلۡأَلۡبَٰبِ
|
ٱلۡأَلۡبَبِ
|
Ad-Dānī
|
79.
|
2:198
|
عَرَفَٰتٖ
|
عَرَفَتٖ
|
عَرَفَتٖ
|
Tidak Keduanya
|
80.
|
2:200
|
مَّنَٰسِكَكُمۡ
|
مَّنَٰسِكَكُمۡ
|
مَّنَسِكَكُمۡ
|
Ad-Dānī
|
81.
|
2:200
|
خَلَٰقٖ
|
خَلَٰقٖ
|
خَلَقٖ
|
Ad-Dānī
|
82.
|
2:211
|
إِسۡرَٰٓءِيلَ
|
إِسۡرَٰٓءِيلَ
|
إِسۡرَءِيلَ
|
Ad-Dānī
|
83.
|
2:213
|
وَٰحِدَةٗ
|
وَٰحِدَةٗ
|
وَحِدَةٗ
|
Ad-Dānī
|
84.
|
2:213
|
صِرَٰطٖ
|
صِرَٰطٖ
|
صِرَطٖ
|
Ad-Dānī
|
85.
|
2:115
|
فَلِلۡوَٰلِدَيۡنِ
|
فَلِلۡوَٰلِدَيۡنِ
|
فَلِلۡوَلِدَيۡنِ
|
Ad-Dānī
|
86.
|
2:117
|
يُقَٰتِلُونَكُمۡ
|
يُقَٰتِلُونَكُمۡ
|
يُقَتِلُونَكُمۡ
|
Ad-Dānī
|
87.
|
2:117
|
إِنِ
ٱسۡتَطَٰعُواْۚ
|
إِنِسۡتَطَٰعُواْۚ
|
إِنِسۡتَطَعُواْۚ
|
Ad-Dānī
|
88.
|
2:117
|
أَعۡمَٰلُهُمۡ
|
أَعۡمَٰلُهُمۡ
|
أَعۡمَلُهُمۡ
|
Ad-Dānī
|
89.
|
2:118
|
وَجَٰهَدُواْ
|
وَجَٰهَدُواْ
|
وَجَهَدُواْ
|
Ad-Dānī
|
90.
|
2:119
|
وَمَنَٰفِعُ
|
وَمَنَٰفِعُ
|
وَمَنَفِعُ
|
Ad-Dānī
|
91.
|
2:222
|
ٱلتَّوَّٰبِينَ
|
ٱلتَّوَّٰبِينَ
|
ٱلتَّوَّبِينَ
|
Ad-Dānī
|
92.
|
2:224
|
لِّأَيۡمَٰنِكُمۡ
|
لِّأَيۡمَٰنِكُمۡ
|
لِّأَيۡمَنِكُمۡ
|
Ad-Dānī
|
93.
|
2:225
|
أَيۡمَٰنِكُمۡ
|
أَيۡمَٰنِكُمۡ
|
أَيۡمَنِكُمۡ
|
Ad-Dānī
|
94.
|
2:228
|
إِصۡلَٰحٗاۚ
|
إِصۡلَٰحٗاۚ
|
إِصۡلَحٗاۚ
|
Ad-Dānī
|
95.
|
2:229
|
ٱلطَّلَٰقُ
|
ٱلطَّلَٰقُ
|
ٱلطَّلَقُ
|
Ad-Dānī
|
96.
|
2:229
|
مَرَّتَانِۖ
|
مَرَّتَانِۖ
|
مَرَّتَنِۖ
|
Ad-Dānī
|
97.
|
2:229
|
بِإِحۡسَٰنٖۗ
|
بِإِحۡسَٰنٖۗ
|
بِإِحۡسَنٖۗ
|
Ad-Dānī
|
98.
|
2:232
|
أَزۡوَٰجَهُنَّ
|
أَزۡوَٰجَهُنَّ
|
أَزۡوَجَهُنَّ
|
Ad-Dānī
|
99.
|
2:232
|
تَرَٰضَوۡاْ
|
تَرَٰضَوۡاْ
|
تَرَضَوۡاْ
|
Ad-Dānī
|
100.
|
2:233
|
وَٱلۡوَٰلِدَٰتُ
|
وَٱلۡوَلِدَتُ
|
وَٱلۡوَلِدَتُ
|
Ad-Dānī
|
101.
|
2:233
|
أَوۡلَٰدَهُنَّ
|
أَوۡلَٰدَهُنَّ
|
أَوۡلَدَهُنَّ
|
Ad-Dānī
|
102.
|
2:233
|
وَٰلِدَةُۢ
|
وَلِدَةُۢ
|
وَلِدَةُۢ
|
Tidak Keduanya
|
103.
|
2:234
|
أَزۡوَٰجٗا
|
أَزۡوَٰجٗا
|
أَزۡوَجٗا
|
Ad-Dānī
|
104.
|
2:236
|
مَتَٰعَۢا
|
مَتَٰعَۢا
|
مَتَعَۢا
|
Ad-Dānī
|
105.
|
2:238
|
حَٰفِظُواْ
|
حَٰفِظُواْ
|
حَفِظُواْ
|
Ad-Dānī
|
106.
|
2:240
|
لِّأَزۡوَٰجِهِم
|
لِّأَزۡوَٰجِهِم
|
لِّأَزۡوَجِهِم
|
Ad-Dānī
|
107.
|
2:240
|
أَزۡوَٰجٗا
|
أَزۡوَٰجٗا
|
أَزۡوَجٗا
|
Ad-Dānī
|
108.
|
2:240
|
مَّتَٰعًا
|
مَّتَٰعًا
|
مَّتَعًا
|
Ad-Dānī
|
109.
|
2:241
|
مَتَٰعُۢ
|
مَتَٰعُۢ
|
مَتَعُۢ
|
Ad-Dānī
|
110.
|
2:243
|
دِيَٰرِهِمۡ
|
دِيَٰرِهِمۡ
|
دِيَرِهِمۡ
|
Ad-Dānī
|
111.
|
2:243
|
أَحۡيَٰهُمۡۚ
|
أَحۡيَٰهُمۡۚ
|
أَحۡيَهُمۡۚ
|
Ad-Dānī
|
112.
|
2:244
|
وَقَٰتِلُواْ
|
وَقَٰتِلُواْ
|
وَقَتِلُواْ
|
Ad-Dānī
|
113.
|
2:246
|
نُّقَٰتِلۡ
|
نُّقَٰتِلۡ
|
نُّقَتِلۡ
|
Ad-Dānī
|
114.
|
2:246
|
تُقَٰتِلُواْ
|
تُقَٰتِلُواْ
|
تُقَتِلُواْ
|
Ad-Dānī
|
115.
|
2:246
|
دِيَٰرِنَا
|
دِيَٰرِنَا
|
دِيَرِنَا
|
Ad-Dānī
|
116.
|
2:247
|
وَٰسِعٌ
|
وَٰسِعٌ
|
وَسِعٌ
|
Ad-Dānī
|
117.
|
2:254
|
شَفَٰعَةٞۗ
|
شَفَٰعَةٞۗ
|
شَفَعَةٞۗ
|
Ad-Dānī
|
118.
|
2:256
|
بِٱلطَّٰغُوتِ
|
بِٱلطَّٰغُوتِ
|
بِٱلطَّغُوتِ
|
Ad-Dānī
|
119.
|
2:261
|
أَمۡوَٰلَهُمۡ
|
أَمۡوَٰلَهُمۡ
|
أَمۡوَلَهُمۡ
|
Ad-Dānī
|
120.
|
2:261
|
وَٰسِعٌ
|
وَٰسِعٌ
|
وَسِعٌ
|
Ad-Dānī
|
121.
|
2:262
|
أَمۡوَٰلَهُمۡ
|
أَمۡوَٰلَهُمۡ
|
أَمۡوَلَهُمۡ
|
Ad-Dānī
|
122.
|
2:269
|
ٱلۡأَلۡبَٰبِ
|
ٱلۡأَلۡبَٰبِ
|
ٱلۡأَلۡبَبِ
|
Ad-Dānī
|
123.
|
2:279
|
أَمۡوَٰلِكُمۡ
|
أَمۡوَٰلِكُمۡ
|
أَمۡوَلِكُمۡ
|
Ad-Dānī
|
124.
|
2:282
|
وَٱمۡرَأَتَانِ
|
وَٱمۡرَأَتَانِ
|
وَٱمۡرَأَتَنِ
|
Ad-Dānī
|
125.
|
2:282
|
لِلشَّهَٰدَةِ
|
لِلشَّهَٰدَةِ
|
لِلشَّهَدَةِ
|
Ad-Dānī
|
126.
|
2:282
|
تِجَٰرَةً
|
تِجَٰرَةً
|
تِجَرَةً
|
Ad-Dānī
|
127.
|
2:283
|
أَمَٰنَتَهُ
|
أَمَٰنَتَهُ
|
أَمَنَتَهُ
|
Ad-Dānī
|
128.
|
6:28
|
لَكَٰذِبُونَ
|
لَكَٰذِبُونَ
|
لَكَذِبُونَ
|
Ad-Dānī
|
129.
|
6:57
|
ٱلۡفَٰصِلِينَ
|
ٱلۡفَصِلِينَ
|
ٱلۡفَصِلِينَ
|
Tidak keduanya
|
130.
|
6:62
|
ٱلۡحَٰسِبِينَ
|
ٱلۡحَسِبِينَ
|
ٱلۡحَسِبِينَ
|
Tidak keduanya
|
131.
|
6:92
|
يُحَافِظُونَ
|
يُحَافِظُونَ
|
يُحَفِظُونَ
|
Ad-Dānī
|
132.
|
40:16
|
بَٰرِزُونَۖ
|
بَرِزُونَۖ
|
بَٰرِزُونَۖ
|
Abū Dāwūd
|
133.
|
40:18
|
كَٰظِمِينَۚ
|
كَظِمِينَۚ
|
كَظِمِينَۚ
|
Tidak keduanya
|
134.
|
40:29
|
ظَٰهِرِينَ
|
ظَهِرِينَ
|
ظَهِرِينَ
|
Tidak keduanya
|
135.
|
41:12
|
سَمَوَتٖ
|
سَمَٰوَتٖ
|
سَمَٰوَتٖ
|
Tidak keduanya
|
136.
|
39:56
|
ٱلسَّٰخِرِينَ
|
ٱلسَّخِرِينَ
|
ٱلسَّخِرِينَ
|
Tidak keduanya
|
137.
|
15:20
|
بِرَٰزِقِينَ
|
بِرَزِقِينَ
|
بِرَزِقِينَ
|
Tidak keduanya
|
138.
|
15:22
|
ٱلرِّيَٰحَ
|
ٱلرِّيَحَ
|
ٱلرِّيَحَ
|
Tidak keduanya
|
139.
|
15:22
|
بِخَٰزِنِينَ
|
بِخَزِنِينَ
|
بِخَزِنِينَ
|
Tidak keduanya
|
140.
|
15:23
|
ٱلۡوَٰرِثُونَ
|
ٱلۡوَرِثُونَ
|
ٱلۡوَرِثُونَ
|
Tidak keduanya
|
141.
|
15:98
|
ٱلسَّٰجِدِينَ
|
ٱلسَّجِدِينَ
|
ٱلسَّجِدِينَ
|
Tidak keduanya
|
142.
|
16:48
|
دَٰخِرُونَ
|
دَخِرُونَ
|
دَخِرُونَ
|
Tidak keduanya
|
143.
|
16:51
|
فَإِيَّٰيَ
|
فَإِيَّيَ
|
فَإِيَّيَ
|
Tidak keduanya
|
144.
|
16:59
|
يَتَوَرَى
|
يَتَوَٰرَى
|
يَتَوَرَى
|
Abū Dāwūd
|
145.
|
16:91
|
عَٰهَدتُّمۡ
|
عَٰهَدتُّمۡ
|
عَهَدتُّمۡ
|
Ad-Dānī
|
146.
|
16:110
|
جَٰهَدُواْ
|
جَٰهَدُواْ
|
جَهَدُواْ
|
Ad-Dānī
|
147.
|
5:89
|
أَيۡمَٰنِكُمۡ
|
أَيۡمَٰنِكُمۡ
|
أَيۡمَنِكُمۡ
|
Ad-Dānī
|
148.
|
5:89
|
ٱلۡأَيۡمَٰنَۖ
|
ٱلۡأَيۡمَٰنَۖ
|
ٱلۡأَيۡمَنَۖ
|
Ad-Dānī
|
149.
|
5:95
|
كَفَّٰرَةٞ
|
كَفَّٰرَةٞ
|
كَفَّرَةٞ
|
Ad-Dānī
|
150.
|
5:95
|
مَسَكِينَ
|
مَسَٰكِينَ
|
مَسَكِينَ
|
Ad-Dānī
|
151.
|
5:97
|
ٱلۡقَلَٰٓئِدَۚ
|
ٱلۡقَلَٰٓئِدَۚ
|
ٱلۡقَلَئِدَۚ
|
Ad-Dānī
|
152.
|
5:106
|
ٱثۡنَنِ
|
ٱثۡنَنِ
|
ٱثۡنَانِ
|
Ad-Dānī
|
153.
|
5:106
|
فَأَصَٰبَتۡكُم
|
فَأَصَٰبَتۡكُم
|
فَأَصَبَتۡكُم
|
Ad-Dānī
|
154.
|
5:106
|
شَهَٰدَةُ
|
شَهَٰدَةُ
|
شَهَدَةُ
|
Ad-Dānī
|
155.
|
5:110
|
وَٰلِدَتِكَ
|
وَٰلِدَتِكَ
|
وَلِدَتِكَ
|
Ad-Dānī
|
156.
|
5:116
|
عَلَّٰمُ
|
عَلَّٰمُ
|
عَلَّمُ
|
Ad-Dānī
|
157.
|
6:11
|
عَٰقِبَةُ
|
عَٰقِبَةُ
|
عَقِبَةُ
|
Ad-Dānī
|
158.
|
6:19
|
وَٰحِدٞ
|
وَٰحِدٞ
|
وَحِدٞ
|
Ad-Dānī
|
159.
|
6:25
|
أَسَٰطِيرُ
|
أَسَٰطِيرُ
|
أَسَطِيرُ
|
Ad-Dānī
|
160.
|
6:44
|
أَبۡوَٰبَ
|
أَبۡوَٰبَ
|
أَبۡوَبَ
|
Ad-Dānī
|
161.
|
6:46
|
أَبۡصَٰرَكُمۡ
|
أَبۡصَٰرَكُمۡ
|
أَبۡصَرَكُمۡ
|
Ad-Dānī
|
162.
|
6:54
|
بِجَهَٰلَةٖ
|
بِجَهَٰلَةٖ
|
بِجَهَلَةٖ
|
Ad-Dānī
|
163.
|
15:19
|
رَوَٰسِيَ
|
رَوَٰسِيَ
|
رَوَسِيَ
|
Ad-Dānī
|
164.
|
15:20
|
مَعَٰيِشَ
|
مَعَٰيِشَ
|
مَعَيِشَ
|
Ad-Dānī
|
165.
|
15:22
|
لَوَٰقِحَ
|
لَوَٰقِحَ
|
لَوَقِحَ
|
Ad-Dānī
|
166.
|
15:26
|
ٱلۡإِنسَٰنَ
|
ٱلۡإِنسَٰنَ
|
ٱلۡإِنسَٰنَ
|
Ad-Dānī
|
167.
|
15:26
|
صَلۡصَٰلٖ
|
صَلۡصَٰلٖ
|
صَلۡصَلٖ
|
Ad-Dānī
|
168.
|
15:47
|
إِخۡوَٰنًا
|
إِخۡوَٰنًا
|
إِخۡوَنًا
|
Ad-Dānī
|
169.
|
15:74
|
عَٰلِيَهَا
|
عَٰلِيَهَا
|
عَلِيَهَا
|
Ad-Dānī
|
170.
|
16:11
|
ٱلۡأَعۡنَٰبَ
|
ٱلۡأَعۡنَٰبَ
|
ٱلۡأَعۡنَبَ
|
Ad-Dānī
|
171.
|
16:13
|
أَلۡوَٰنُهُ
|
أَلۡوَٰنُهُ
|
أَلۡوَنُهُ
|
Ad-Dānī
|
172.
|
16:92
|
أَنكَٰثٗا
|
أَنكَٰثٗا
|
أَنكَثٗا
|
Ad-Dānī
|
173.
|
39:44
|
ٱلشَّفَٰعَةُ
|
ٱلشَّفَٰعَةُ
|
ٱلشَّفَعَةُ
|
Ad-Dānī
|
174.
|
40:42
|
ٱلۡغَفَّٰرِ
|
ٱلۡغَفَّٰرِ
|
ٱلۡغَفَّرِ
|
Ad-Dānī
|
175.
|
41:12
|
بِمَصَٰبِيحَ
|
بِمَصَٰبِيحَ
|
بِمَصَبِيحَ
|
Ad-Dānī
|
176.
|
41:39
|
خَٰشِعَةٗ
|
خَٰشِعَةٗ
|
خَشِعَةٗ
|
Ad-Dānī
|
177.
|
41:80
|
يُجَٰدِلُونَ
|
يُجَٰدِلُونَ
|
يُجَدِلُونَ
|
Ad-Dānī
|
178.
|
41:42
|
ٱلۡبَٰطِلُ
|
ٱلۡبَٰطِلُ
|
ٱلۡبَطِلُ
|
Ad-Dānī
|
179.
|
41:46
|
بِظَلَّٰمٖ
|
بِظَلَّٰمٖ
|
بِظَلَّمٖ
|
Ad-Dānī
|
180.
|
40:55
|
ٱلۡإِبۡكَٰرِ
|
ٱلۡإِبۡكَٰرِ
|
ٱلۡإِبۡكَرِ
|
Ad-Dānī
|
3 3 .
Analisis Ikhtilaf Rasm
Berdasarkan
analisis pada kata yang terdapat dalam Al-Qur’an. Dalam surah:al-Baqarah,
al-‘Imran, al-Ma>idah, al-An’a>m, an-Nahl, Ga>fir, Fushilat, az-Zumar dikategorikan menjadi tiga bagian:
1.
Perbedaan dalam rasm Mushaf Standar Indonesia terdapat 157
kata yang sesuai dengan madzhab Ad Da>ni dan tidak sesuai dengan madzhab Abu
Da>wu>d.
2.
Perbedaan dalam rasm Mushaf Standar Indonesia terdapat 3 kata yang sesuai
dengan rasm Mushaf Indonesia yang sesuai dengan madzhab Abu Da>wu>d dan
tidak sesuai dengan madzhab Ad Da>ni.
3.
Terdapat 20 kata dalam rasm Mushaf Standar
Indonesia yang tidak sesuai dengan madzhab asy-syaikhani (Ad
Da>ni dan Abu Da>wu>d).
Faktor perbedaan pada Mushaf Standar Indonesia
disebabkan perbedaan periwayatan ulama rasm pada masing-masing mushaf. Keduanya
memiliki perbedaan dalam menetapkan huruf (al-Isbat) dan dalam Membuang huruf
(al-H}az|f). al-Dāni cenderung menetapkan huruf
alif, sedangkan abu da>wu>d cenderung membuang huruf alif.
Jika terjadi perbedaan antara
keduanya dalam penulisan Al-Qur’an, ada yang mentarjih riwayat Abū Dāwūd
sebagaimana Mushaf Madinah yang diterbitkan Mujamma’ Mālik
Fahd, Saudi Arabia. Maka rasm ‘Utsma>ni yang dipakai Mushaf Standar
Indonesia adalah riwayat al-Dāni.
Meski tidak menjelaskan afiliasimadzhab rasm dalam sejumlah cetakan
mushaf, MSI jelas berafiliasi dengan madzhab ad-Dānī jika
dilihat dari sistem penulisan sejumlah kata yang termuat di dalamnya.[13]
C. KESIMPULAN
1. Pendahuluan
Al-Qur’an
muncul pertengahan abad ke-18, dan selalu merujuk pada dua imam besar, Abū Said
‘Utsmān ad-Dānī dan Abū Dāwūd Sulaimān bin
Najah, Dalam kajian rasm ‘utsma>ni mereka disebut dengan asy-Syaikhāni (dua ulama yang kredibel dalam ilmu rasm).
2. Pembahasan
a. Pengertian
Ikhtilaf menurut
KBBI perbedaan pendapat dikalangan ulama. Rasm berasal dari kata Al-Atsar
yang berarti tulisan. Indonesia menetapkan Mushaf Standar Indonesia (MSI)
menggunakan rasm (tulisan) ‘Utsma>ni.
b. Pembagian
Rasm Mushaf
Melalui
KMA, No 25 tahun 1984, Indonesia memiliki tiga jenis mushaf Al-Qur’an Standar,
yaitu: Mushaf Standar ‘Utsma>ni untuk orang awas, Mushaf Bahriyah untuk para
penghafal Al-Qur’an, dan Mushaf Braille untuk para tunanetra.
c. Macam-Macam
Rasm
Penulisan
Al-Qur’an lazimnya ditulis dengan dua macam, yaitu dengan rasm ‘Utsma>ni
dan rasm imla’i, ketika menuliskan Al-Qur’an dalam mushaf, terjadi khilafiyah (perbedaan pendapat) di kalangan ulama.
Banyak ulama menyepakati Al-Qur’an ditulis dengan rasm ‘utsma>ni.
d. Analisis Ikhtilaf
Rasm (al-Da>ni dan Abu Da>wu>d)
1.
Perbedaan dalam rasm mushaf Standar Indonesia terdapat 157
kata yang sesuai dengan madzhab Ad Da>ni dan tidak sesuai dengan madzhab Abu
Da>wu>d.
2.
Perbedaan dalam rasm Mushaf Standar Indonesia terdapat 3 kata yang sesuaidengan
madzhab Abu Da>wu>d dan tidaksesuai dengan madzhab Ad Da>ni.
3.
Terdapat 20 kata dalam rasm Mushaf Standar
Indonesia yang tidak sesuai dengan madzhab asy-syaikhani (Ad
Da>ni dan Abu Da>wu>d).
DAFTAR PUSTAKA
Aqsho,
Muhammad. "Pembukuan Alquran, Mushaf Usmani dan Rasm Alquran." Almufida:
Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman 1.1 (2016).
Febrianingsih,
Dian. "Sejarah Perkembangan Rasm Utsmani." Al-Murabbi: Jurnal
Studi Kependidikan dan Keislaman 2.2 (2016): 293-311.
Hakim,
Abdul. "Perbandingan Rasm Mushaf Standar Indonesia, Mushaf Pakistan, dan
Mushaf Madinah." Suhuf Jurnal Pengkajian Al-Qur'an dan Budaya 10.2
(2017): 371-404.
Hastuti,
Qona, and Ah Dwi. Manuskrip Mushaf Al-Qur’an Daun Lontar Koleksi Kiai
Abdurrochim (Studi Tentang Pemakaian Rasm Dan Qira‟ At).
Diss. IAIN Surakarta, 2019.
Huda,
Nurul. "Histori, Urgensi dan Prinsip Penulisan Mushaf Al-Quran Standar
Indonesia." Aksioma Ad-Diniyyah 6.2 (2018).
Hula,
Ibnu Rawandhy N. Qawaid Al-Imla Wa Al-Khat: Kaidah-Kaidah Menulis Huruf dan
Kata Arab dan Seni Kaligrafi. IAIN Sultan Amai Gorontalo, 2016.
Humam,
Abdul Wadud Kasful. "Analisis Penulisan Surat Yāsīn Berdasarkan Kaidah
Rasm ‘Uthmānī Dalam Al-Qur’an
Kudus Cetakan 1974." Al-Itqan Jurnal Studi Al-Quran 3.1 (2017).
Mauizdati,
Nida. Pembelajaran Al-qur’an dengan Rasm Madinah dan Rasm Indonesia pada
Anak Usia Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah. Diss. Universitas Islam Negeri
Maulana Malik Ibrahim, 2018.
Mustopa,
Mustopa. "Menimbang Perbedaan Rasm Uṡmānī." Suhuf
Jurnal Pengkajian Al-Qur'an dan Budaya 11.2 (2018): 359-372.
Mutiara,
Miga. Kajian ilmu Rasm Usmani Mushaf Standar Indonesia dan Mushaf Madinah.
BS thesis. Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Roudloh,
Chumairok Zahrotur. RASM dalam manuskrip Mushaf Al Qur'an KH. Mas Hasan
Masyruh. Diss. UIN Sunan Ampel Surabaya, 2019.
Sadat,
Anwar. "Ikhtilaf di kalangan Ulama al-mujtahidin." Al-Risalah
Jurnal Ilmu Syariah dan Hukum 15.2 (2016): 181-191.
[2]Nurul Huda, Histori, Urgensi
dan Prindip Penulisan Mushaf Al-Quran Standar Indonesia, Jurnal Aksioma
Ad-Diniyah, Vol. 6 No. 2. 2018), h. 186.
[3]Dian Febrianingsih, Sejarah
Perkembangan Rasm ‘utsma>ni, Al Murabbi, Vol. 2, No. 2, 2016), h. 306.
[4]Anwar Sadat, Ikhtilaf di
Kalangan Ulama Al-Mujtahidin, JurnalAl-Risalah, Vol. 15 No. 2,
2015), h. 182.
[5]Nafi’atul Ummah, Analisis
Penulisan Surat Ya>si>n Berdasarkan Kaidah Rasm ‘Uthma>ni> dalam
Al-Quran Kudus Cetakan 1974, Jurnal Al-Itqan, Vol. 3, No. 1, 2017, h. 93.
[7]Chumairok Zahrotur Roudloh, Rasm
dalam Manuskrip Mushaf Al-Qur’an Kh. Mas Hasan Masyruh, (Skripsi Sarjana,
Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UIN Sunan Ampel, Surabaya, 2019), h. 24.
[8]Manuskrip Mushaf
Al-Qur and Others, ‘Manuskrip Mushaf Al- Qur’an Daun Lontar Koleksi Kiai
Abdurrochim (Studi Tentang Pemakaian Rasm dan Qira‟At)’, 2019.
[9]Abdul Hakim,
‘Perbandingan Rasm Mushaf Standar Indonesia , Mushaf Pakistan , dan Mushaf
Madinah Analisis Rasm Kata Berkaidah Ḥażf Al-Ḥurūf’, 10.2 (2017).
[10]Nida Mauizdati, Pembelajaran
Al-Qur’an dengan Rasm Madinah dan Rasm Indonesia pada Anak Usia Sekolah
Dasar/Madrasah Ibtidaiyah, (Tesis, Jurusan Pendidikan Guru Madrasah
Ibtidaiyyah, UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang, 2016), h. 27.
[11]Muhammad Aqsho Pembukuan Alquran, Mushaf
Usmani dan Rasm Alquran, Jurnal: Almufida
Vol. 1 No. 1 Juli, 2016, h. 94.
[12]Mushaf Standar,
Indonesia dan, and Mushaf Madinah, ‘Kajian Ilmu Rasm Usmani Mushaf Standar
Indonesia dan Mushaf Madinah’, 2019.
[13]Mustopa,
Suhuf: Jurnal pengkajian Al-Qur’an dan Budaya, Vol. 11 No. 2, 2018), h. 365.