Minggu, 10 Mei 2020

Ikhtilaf 180 Kata dalam Rasm Mushaf Indonesia, (Sebuah Analisis Perbandingan Madzhab al-Da>ni dan Abu Da>wu>d)


Ikhtilaf 180 Kata dalam Rasm Mushaf Indonesia, (Sebuah Analisis Perbandingan Madzhab al-Da>ni dan Abu Da>wu>d)
Zahra Atika Mappiara
Aderahmatia Razak
Email:
Abstrak
Penulisan Mushaf Indonesia tidak mengunggulkan salah satu riwayat, terkadang bersesuaian dengan madzhab AbūAmr ad-Dānī dan di tempat lain dengan Abū Dāwūd Sulaimān bin Najāḥ, atau bahkan tidak bersesuaian antar keduanya. Tulisan Mushaf Indonesia menggunakan rasm ‘Utsma>ni. (1) Rasm Mushaf Indonesia terdapat 157 kata yang sesuai dengan madzhab Ad Da>ni dan tidak sesuai dengan madzhab Abu Da>wu>d, (2) Rasm Mushaf Indonesia terdapat 3 kata yang sesuai dengan madzhab Abu Da>wu>d dan tidak sesuai dengan madzhab Ad Da>ni, (3) Terdapat 20 kata dalam Rasm Mushaf Standar Indonesia yang tidak sesuai dengan madzhab asy-syaikhani (Ad-Da>ni dan Abu Da>wu>d).Tujuan umum dari penelitian ini untuk memberikan informasi mengenai sejarah, kedudukan, dan rasm yang digunakan dalam Al-Qur’an.Selain itu, bagi peneliti memudahkan dalammenganalisis kata dalam rasm Mushaf Indonesia, dan melihat acuan madzhab yang digunakan dalam rasm tersebut. Untuk pembaca memberikan informasi dan wawasan baru. Manfaat dari penelitian ini bagi pembaca bisa digunakan rujukan untuk pengambilan referensi terkait perbedaan madzhab yang digunakan dalam Rasm Mushaf Indonesia. Salah satu contoh kata yang dianalisis, yaitu:أَبۡصَٰرِهِمۡ ditinjau dari Rasm Mushaf Indonesia merujuk kepada Ad-Da>ni.Peneliti menggunakan metode Kajian Pustaka; menggumpulkan bahan dari berbagai jurnal dan skripsi.
Kata Kunci:Mushaf, Indonesia, Rasm, Madzhab

   A.  PENDAHULUAN
Allah swt memberikan manusia potensi berupa pemahaman ilmu pengetahuan/agama, yang mengundang timbulnya ikhtilaf baik secara lisan maupun tulisan, setiap permasalahan yang muncul memberikan kesempatan kepada manusia untuk berpendapat dan mengeluarkan suatu kebijaksanaan juga argumentasi yang dimiliki.
Rasm Al-Qur’an adalah ilmu yang mempelajari tentang penulisan Mushaf Al-Qur’an yang dilakukan dengan cara khusus, baik dalam penulisan lafal-lafalnya maupun bentuk-bentuk huruf yang digunakan. Rasimul  Quran dikenal juga dengan sebutan Rasm Al-‘Utsma>ni, Khalifah Usman bin Affan memerintahkan untuk membuat sebuah Mushaf Al-Imam, dan membakar semua Mushaf selain dari Mushaf Al-Imam, dikarenakan pada zaman Usman bin Affan kekuasaaan Islam telah tersebar meliputi daerah-daerah selain Arab yang memiliki sosio-kultur berbeda.
Hal ini menyebabkan percampuran kultur antar daerah. Sehingga ditakutkan budaya arab murni termasuk di dalamnya lahjah dan cara bacaan menjadi rusak atau bahkan hilang tergilas budaya dari daerah lainnya. Implikasi yang paling ditakutkan adalah rusaknya budaya oral arab akan menyebabkan banyak perbedaan dalam membaca Al-Qur’an.[1]
Dalam Al-Qur’an terdapat beragam rasm (tulisan), hal ini menimbulkan banyak perbedaan pendapat. Mushaf Al-Qur’an Standar Indonesia (selanjutnya disebut MASI) secara terminologi didefinisikan sebagai ‘Mushaf Al-Qur’an yang dibakukan baik dari segi cara penulisan, harakat, tanda baca, dan tanda waqaf-nya, sesuai dengan hasil yang dicapai dalam Musyawarah Kerja (Muker) Ulama ahli Al-Qur’an yang berlangsung selama 9 tahun, dari tahun 1974 s.d 1983 dan dijadikan pedoman bagi Al-Qur’an yang diterbitkan di Indonesia.’
Definisi ini menggambarkan bahwa MASI memiliki kekhasan tersendiri, berdasarkan hasil bersama para ulama ahli Al-Qur’an di Indonesia.[2] Adanya MASI merupakan kreasi para ulama, dengan niat untuk memudahkan muslim Indonesia, sehingga mereka memiliki acuan yang sama bagi Al-Qur’annya.
Berdasarkan Muker diatas hasil yang diperoleh yaitu mushaf Indonesia harus mengacu pada Rasm ‘Utsma>ni. Keputusan para ulama tersebut berdasarkan pada pandangan Imam Malik bin Anas, Imam Ahmad bin Hambal al-Baihaqi yang melarang penulisan Al-Qur’an dengan Rasm Imla’i. Hal tersebutlah yang menjadi spirit bagi para ulama Al-Qur’an pada Muker.
Al-Qur’an muncul pertengahan abad ke-18, dan selalu merujuk pada dua imam besar, dalam kajian rasm ‘Utsma>ni mereka disebut dengan asy-Syaikhāni (dua ulama yang kredibel dalam ilmu rasm) yaitu, Abū Said Usmān ad-Dānī dan Abū Dāwūd Sulaimān bin Najah.Kedua imam ini, walaupun satu perguruan namun dalam bidang rasm kadangkala keduanya berbeda kajian tentang rasm ‘Utsma>ni.
Penulisan Mushaf Indonesia tidak mengunggulkan salah satu riwayat, terkadang bersesuaian dengan madzhab AbūAmr ad-Dānī dan di tempat lain dengan Abū Dāwūd Sulaimān bin Najāḥ, atau bahkan tidak bersesuaian antar keduanya. Penulisan Al-Qur’an berdasarkan rasm ‘Utsma>ni memiliki banyak manfaat sebagaimana disebutkan oleh para ulama qira’at, salah satu manfaat terpenting adanya metode ragam qira’at yang berbeda sehingga dapat terwakili dalam mushaf ‘Utsma>ni.[3]

B. PEMBAHASAN
1.  Pengertian
Ikhtilaf  terdapat berbagai istilah dalam bahasa arab yang memiliki konotasi semakna: ikhtilaf, khilaf, dan khilafiyah yang menurut bahasa ialah perbedaan pendapat, pemikiran, warna, jenis, yang berkonotasi kepada perubahan. Akan tetapi menurut istilah khilaf dan khilafiyah lebih berkonotasi pada pertentangan dan perselisihan.[4] Sedangkan ikhtilaf  lebih berkonotasi pada perbedaan. Ikhtilaf menurut KBBI perbedaan pendapat dikalangan ulama.
Rasm berasal dari kata Al-Atsar yang bermakna bekas, peninggalan, dalam perbendaharaan bahasa Arab, memiliki beberapa sinonim seperti الزبور،الرسم،الخط،، dan السطر yang semuanya memiliki arti tulisan.[5]RasmAdalah ilmu yang mempelajari tentang penulisan Mushaf Al-Qur’an yang dilakukan dengan cara khusus, baik dalam penulisan lafal-lafalnya maupun bentuk-bentuk huruf yang digunakan.[6]
Rasm al-Mus}h}af merupakan pola penulisan Al-Qur’an yang spesifik ditetapkan ‘Utsma>n bin Affan pada masanya, penulisan tersebut dipercayakan kepada Zaid bin Tsabit dan tiga orang Quraisy lainnya. Pada bagian rasm ini terdapat perbedaan dengan rasm imla’i tulisan arab konvensional yang biasa digunakan pada penulisan huruf dan kalimat arab pada umumnya.[7]
Secara etimologis mushaf berasal dari bahasa Arab yang berarti kitab atau buku. Sedangkan menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) mushaf bagian naskah yang bertulis tangan (beberapa bagian naskah yang utuh atau pun tidak utuh).[8] Mushaf standar Indonesia adalah mushaf resmi yang beredar dan berlaku di Indonesia.
Indonesia menetapkan Mushaf Standar Indonesia (MSI) tujuan dari penetapan MSI ini yaitu adanya pedoman dalam penerbitan dan pencetakan Al-Qur’an di Indonesia, saat itu tidak diperkenankan lagi menerbitkan dari luar negeri karena memiliki rasm dan tanda baca yang berbeda-beda. Mushaf Al-Qur’an umumnya terdapat empat perbedaan: sistem penulisan (rasm), sistem harakat (asy-syakl), sistem tanda baca, (adh-dhabt), dan tanda waqaf (al-Waqf). Kajian tentang rasm mushaf Indonesia dinilai terbatas. Tulisan Mushaf Standar Indonesia menggunakan rasm ‘Utsma>ni.[9]

   Pembagian
Mushaf Indonesia atau yang lebih dikenal dengan Mushaf Standar Indonesia. Melalui KMA, No 25 tahun 1984, Indonesia memiliki tiga jenis mushaf
a.    Al-Qur’an Standar, yaitu: Mushaf Standar ‘Utsma>ni untuk orang awas,
b.    Mushaf Bahriyah untuk para penghafal Al-Qur’an, dan
c.    Mushaf Braille untuk para tunanetra.
Sejak ditetapkan tiga varian ini tersebar secara luas dan banyak digunakan, baik sebagai bacaan maupun objek penelitian. Diantara tiga mushaf yang paling banyak dicetak adalah Mushaf Al-Qur’an Standar ‘Utsma>ni.[10]

Macam-Macam Rasm
Penulisan Al-Qur’an lazimnya ditulis dengan dua macam, yaitu dengan rasm ‘Utsma>ni dan rasm imla’i, ketika menuliskan Al-Qur’an dalam mushaf, terjadi khilafiyah  (perbedaan pendapat) di kalangan ulama. Banyak ulama menyepakati Al-Qur’an ditulis dengan rasm ‘utsma>ni. Meskipun kesepakatannya masih diperselisihkan.
Ada beberapa kelompok yang memiliki perbedaan pendapat (khilafiyah ) mengenai sistem penulisan Al-Qur’an:
a.       Menurut Ibnu Mubarak dari gurunya ‘Abd al-‘Aziz al-Dabagh: Al-Qur’an wajib ditulis dengan rasm ‘Utsma>ni, karena rasm ‘Utsma>ni adalah tauqifi (given) dari nabi.
b.      Menurut Malik bin Anas, Ahmad bin Hanbal, dkk: Al-Qur’an wajib ditulis dengan rasm ‘Utsma>ni, karena sunnah muttaba’ah dari para sahabat. Bukan taufiqi dari nabi.
c.       Menurut Abu Bakar al-Ba>qi>la>ni> dan Abdurahman Ibnu Khaldun: Al-Qur’an tidak wajib ditulis dengan rasm ‘Utsma>ni, rasm adalah produk yang muncul dari hasil kebudayaan (ijtihadi).
d.      Menurut ‘Izzuddin ibnu ‘Abdissalam: Al-Qur’an boleh ditulis dengan rasm qiyasi yang berkembang, akan tetapi diharuskan masih melestarikan pola penulisan Al-Qur’an menggunakan rasm ‘Utsma>ni.
Dalam ilmu rasm ‘Utsma>ni terdapat dua madzhab besar yaitu ad-Dani dan Abu Dawud Sulaiman bin Najah, rasm ‘Utsma>ni ini memiliki kaidah-kaidah dalam penulisannya, al-Suyu>t}i> membagi kaidah tersebut:
a.       Membuang Huruf (al-H}az|f),
b.      Menambah Huruh (al-Ziya>dah),
c.       Penulisan Hamzah (al-Hamz),
d.      Penggantian Huruf (al-Badl),
e.       Menyambung dan Memisahkan Tulisan (al-Fas}l wa al-Was}l), dan
f.        Menulis salah satu kalimat yang memiliki bacaan lebih dari satu bacaan (fima fihi qira’ata>ni kitabati ‘ala> Ih}da>huma>.[11]

2.  Data dan Contoh Ikhtilaf Rasm (al-Da>ni dan Abu Da>wu>d)
Berdasarkan informasi yang diperoleh, di bawah ini terdapat ikhtiaf 180 kata dalam Al-Qur’an ditinjau dari persfektif Madzhab Asy-syaikhani
(Surah al-Baqarah, al-‘Imran, al-Ma>idah, al-An’a>m, an-Nahl, Ga>fir, Fushilat, az-Zumar)


No

Ayat

MSI
Madzhab

Keterangan



Al-Dani
Abu Dawud

1
2:7
أَبۡصَٰرِهِمۡ
أَبۡصَٰرِهِمۡ
أَبۡصَرِهِمۡ
Ad-Dānī
2
2:7
غِشَٰوَةٞ
غِشَٰوَةٞ
غِشَوَةٞ
Ad-Dānī
3
2:15
طُغۡيَٰنِهِمۡ
طُغۡيَٰنِهِمۡ
طُغۡيَنِهِمۡ
Ad-Dānī
4
2:16
تِّجَٰرَتُهُمۡ
تِّجَٰرَتُهُمۡ
تِّجَرَتُهُمۡ
Ad-Dānī
5
2:19
أَصَٰبِعَهُمۡ
أَصَٰبِعَهُمۡ
أَصَبِعَهُمۡ
Ad-Dānī
6
2:19
ٱلصَّوَٰعِقِ
ٱلصَّوَٰعِقِ
ٱلصَّوَعِقِ
Ad-Dānī
7
2:20
أَبۡصَٰرَهُمۡ
أَبۡصَٰرَهُمۡ
أَبۡصَرَهُمۡ
Ad-Dānī
8
2:22
فِرَٰشٗا
فِرَٰشٗا
فِرَشٗا
Ad-Dānī
9
2:22
الثَّمَرَاتِ
الثَّمَرَاتِ
الثَّمَرَتِ
Ad-Dānī
10
2:25
مُتَشَٰبِهٗا
مُتَشَٰبِهٗا
مُتَشَبِهٗا
Ad-Dānī
11
2:25
أَزْوَاجٌ
أَزْوَاجٌ
أَزْوَجٌ
Ad-Dānī
12
2:27
مِيثَاقِهِ
مِيثَاقِهِ
مِيثَقِهِ
Ad-Dānī
13
2:28
أَمۡوَٰتٗا
أَمۡوَٰتٗا
أَمۡوَتٗا
Ad-Dānī
14
2:28
فَأَحْيَاكُمْ
فَأَحْيَاكُمْ
فَأَحْيَكُمْ
Ad-Dānī
15
2:36
وَمَتَٰعٌ
وَمَتَٰعٌ
وَمَتَعٌ
Ad-Dānī
16
2:40
وَإِيَّٰيَ
وَإِيَّٰيَ
وَإِيَّيَ
Ad-Dānī
17
2:40
إِسۡرَٰٓءِيلَ
إِسۡرَٰٓءِيلَ
إِسۡرَٰٓءِيلَ
Ad-Dānī
18
2:42
بِٱلۡبَٰطِلِ
بِٱلۡبَٰطِلِ
بِٱلۡبَطِلِ
Ad-Dānī
19
2:43
الرَّاكِعِينَ
الرَّكِعِينَ
الرَّكِعِينَ
Tidak Keduanya
20
2:48
شَفَٰعَةٞ
شَفَٰعَةٞ
شَفَعَةٞ
Ad-Dānī
21
2:62
الصَّابِئِينَ
الصَّابِئِينَ
الصَّبِئِينَ
Ad-Dānī
22
2:62
صَٰلِحٗا
صَٰلِحٗا
صَلِحٗا[12]
Ad-Dānī
23
2:63
مِيثَاقَكُمْ
مِيثَاقَكُمْ
مِيثَقَكُمْ
Ad-Dānī
24
2:65
خَاسِئِينَ
خَسِئِينَ
خَسِئِينَ
Tidak Keduanya
25
2:66
نَكَٰلٗا
نَكَٰلٗا
نَكَلٗا
Ad-Dānī
26
2:69
النَّاظِرِينَ
النَّاظِرِينَ
النَّظِرِينَ
Ad-Dānī
27
2:72
فَادَّارَأْتُمْ
فَادَّرَأْتُمْ
فَادَّرَأْتُمْ
Tidak Keduanya
28
2:75
كَلَٰمَ
كَلَٰمَ
كَلَمَ
Ad-Dānī
29
2:81
أَحَٰطَتۡ
أَحَٰطَتۡ
أَحَطَتۡ
Ad-Dānī
30
2:83
مِيثَٰقَ
مِيثَٰقَ
مِيثَقَ
Ad-Dānī
31
2:83
بِٱلۡوَٰلِدَيۡنِ
بِٱلۡوَٰلِدَيۡنِ
بِٱلۡوَلِدَيۡنِ
Ad-Dānī
32
2:84
مِيثَاقَكُمْ
مِيثَاقَكُمْ
مِيثَقَكُمْ
Ad-Dānī
33
2:84
دِيَارِكُمْ
دِيَارِكُمْ
دِيَرِكُمْ
Ad-Dānī
34
2:85
دِيَارِهِمْ
دِيَارِهِمْ
دِيَرِهِمْ
Ad-Dānī
35
2:85
وَالْعُدْوَانِ
وَالْعُدْوَانِ
وَالْعُدْوَنِ
Ad-Dānī
36
2:85
بِغَافِلٍ
بِغَافِلٍ
بِغَافِلٍ
Ad-Dānī
37
2:93
مِيثَٰقَكُمۡ
مِيثَٰقَكُمۡ
مِيثَقَكُمۡ
Ad-Dānī
38
2:93
إِيمَٰنُكُمۡ
إِيمَٰنُكُمۡ
إِيمَنُكُمۡ
Ad-Dānī
39
2:102
هَٰرُوتَ
هَٰرُوتَ
هَرُوتَ
Ad-Dānī
40
2:102
وَمَٰرُوتَ
وَمَٰرُوتَ
وَمَرُوتَ
Ad-Dānī
41
2:102
وَمَا يُعَلِّمَانِ
وَمَا يُعَلِّمَنِ
وَمَا يُعَلِّمَانِ
Ad-Dānī
42
2:102
خَلَٰقٖ
خَلَٰقٖ
خَلَقٖ
Ad-Dānī
43
2:108
بِٱلۡإِيمَٰنِ
بِٱلۡإِيمَٰنِ
بِٱلۡإِيمَنِ
Ad-Dānī
44
2:111
بُرۡهَٰنَكُمۡ
بُرۡهَٰنَكُمۡ
بُرۡهَنَكُمۡ
Ad-Dānī
45
2:115
وَٰسِعٌ
وَٰسِعٌ
وَسِعٌ
Ad-Dānī
46
2:116
قَٰنِتُونَ
قَنِتُونَ
قَنِتُونَ
Tidak Keduanya
47
2:118
تَشَٰبَهَتۡ
تَشَٰبَهَتۡ
تَشَبَهَتۡ
Ad-Dānī
48
2:123
شَفَٰعَةٞ
شَفَٰعَةٞ
شَفَعَةٞ
Ad-Dānī
49
2:139
أَعۡمَٰلُنَا
أَعۡمَٰلُنَا
أَعۡمَلُنَا
Ad-Dānī
50
2:139
أَعۡمَٰلُكُمۡ
أَعۡمَٰلُكُمۡ
أَعۡمَلُكُمۡ
Ad-Dānī
51
2:140
شَهَٰدَةً
شَهَٰدَةً
شَهَدَةً
Ad-Dānī
52
2:140
بِغَٰفِلٍ
بِغَٰفِلٍ
بِغَٰفِلٍ
Ad-Dānī
53
2:142
صِرَٰطٖ
صِرَٰطٖ
صِرَطٖ
Ad-Dānī
54.
2:143
إِيمَٰنَكُمۡ
إِيمَٰنَكُمۡ
إِيمَنَكُمۡ
Ad-Dānī
55.
2:144
بِغَٰفِلٍ
بِغَٰفِلٍ
بِغَفِلٍ
Ad-Dānī
56.
2:149
بِغَٰفِلٍ
بِغَٰفِلٍ
بِغَفِلٍ
Ad-Dānī
57.
2:154
أَمۡوَٰتُ
أَمۡوَٰتُ
أَمۡوَتُ
Ad-Dānī
58.
2:155
ٱلۡأَمۡوَٰلِ
ٱلۡأَمۡوَٰلِ
ٱلۡأَمۡوَلِ
Ad-Dānī
59.
2:156
أَصَٰبَتۡهُم
أَصَٰبَتۡهُم
أَصَبَتۡهُم
Ad-Dānī
60.
2:164
ٱخۡتِلَٰفِ
ٱخۡتِلَٰفِ
ٱخۡتِلَفِ
Ad-Dānī
61.
2:167
بِخَٰرِجِينَ
بِخَٰرِجِينَ
بِخَرِجِينَ
Ad-Dānī
62.
2:177
عَٰهَدُواْۖ
عَٰهَدُواْۖ
عَهَدُواْۖ
Ad-Dānī
63.
2:178
بِإِحۡسَٰنٖۗ
بِإِحۡسَٰنٖۗ
بِإِحۡسَنٖۗ
Ad-Dānī
64.
2:179
ٱلۡأَلۡبَٰبِ
ٱلۡأَلۡبَٰبِ
ٱلۡأَلۡبَبِ
Ad-Dānī
65.
2:180
لِلۡوَٰلِدَيۡنِ
لِلۡوَٰلِدَيۡنِ
لِلۡوَٰلِدَيۡنِ
Ad-Dānī
66.
2:187
بَٰشِرُوَ
بَٰشِرُوَ
بَٰشِرُوَ
Ad-Dānī
67.
2:187
تُبَٰشِرُوَ
تُبَٰشِرُوَ
تُبَٰشِرُوَ
Ad-Dānī
68.
2:187
عَٰكِفُونَ
عَكِفُونَ
عَكِفُونَ
Tidak Keduanya
69.
2:188
أَمۡوَٰلَكُم
أَمۡوَٰلَكُم
أَمۡوَلَكُم
Ad-Dānī
70.
2:188
أَمۡوَٰلِ
أَمۡوَٰلِ
أَمۡوَٰلِ
Ad-Dānī
71.
2:188
بِٱلۡبَٰطِلِ
بِٱلۡبَٰطِلِ
بِٱلۡبَطِلِ
Ad-Dānī
72.
2:189
مَوَٰقِيتُ
مَوَٰقِيتُ
مَوَقِيتُ
Ad-Dānī
73.
2:189
أَبۡوَٰبِهَاۚ
أَبۡوَٰبِهَاۚ
أَبۡوَبِهَاۚ
Ad-Dānī
74.
2:190
وَقَٰتِلُواْ
وَقَٰتِلُواْ
وَقَتِلُواْ
Ad-Dānī
75.
2:190
يُقَٰتِلُونَكُمۡ
يُقَٰتِلُونَكُمۡ
يُقَتِلُونَكُمۡ
Ad-Dānī
76.
2:191
تُقَٰتِلُوهُمۡ
تُقَٰتِلُوهُمۡ
تُقَتِلُوهُمۡ
Ad-Dānī
77.
2:193
عُدۡوَٰنَ
عُدۡوَٰنَ
عُدۡوَنَ
Ad-Dānī
78.
2:197
ٱلۡأَلۡبَٰبِ
ٱلۡأَلۡبَٰبِ
ٱلۡأَلۡبَبِ
Ad-Dānī
79.
2:198
عَرَفَٰتٖ
عَرَفَتٖ
عَرَفَتٖ
Tidak Keduanya
80.
2:200
مَّنَٰسِكَكُمۡ
مَّنَٰسِكَكُمۡ
مَّنَسِكَكُمۡ
Ad-Dānī
81.
2:200
خَلَٰقٖ
خَلَٰقٖ
خَلَقٖ
Ad-Dānī
82.
2:211
إِسۡرَٰٓءِيلَ
إِسۡرَٰٓءِيلَ
إِسۡرَءِيلَ
Ad-Dānī
83.
2:213
وَٰحِدَةٗ
وَٰحِدَةٗ
وَحِدَةٗ
Ad-Dānī
84.
2:213
صِرَٰطٖ
صِرَٰطٖ
صِرَطٖ
Ad-Dānī
85.
2:115
فَلِلۡوَٰلِدَيۡنِ
فَلِلۡوَٰلِدَيۡنِ
فَلِلۡوَلِدَيۡنِ
Ad-Dānī
86.
2:117
يُقَٰتِلُونَكُمۡ
يُقَٰتِلُونَكُمۡ
يُقَتِلُونَكُمۡ
Ad-Dānī
87.
2:117
إِنِ ٱسۡتَطَٰعُواْۚ
إِنِسۡتَطَٰعُواْۚ
إِنِسۡتَطَعُواْۚ
Ad-Dānī
88.
2:117
أَعۡمَٰلُهُمۡ
أَعۡمَٰلُهُمۡ
أَعۡمَلُهُمۡ
Ad-Dānī
89.
2:118
وَجَٰهَدُواْ
وَجَٰهَدُواْ
وَجَهَدُواْ
Ad-Dānī
90.
2:119
وَمَنَٰفِعُ
وَمَنَٰفِعُ
وَمَنَفِعُ
Ad-Dānī
91.
2:222
ٱلتَّوَّٰبِينَ
ٱلتَّوَّٰبِينَ
ٱلتَّوَّبِينَ
Ad-Dānī
92.
2:224
لِّأَيۡمَٰنِكُمۡ
لِّأَيۡمَٰنِكُمۡ
لِّأَيۡمَنِكُمۡ
Ad-Dānī
93.
2:225
أَيۡمَٰنِكُمۡ
أَيۡمَٰنِكُمۡ
أَيۡمَنِكُمۡ
Ad-Dānī
94.
2:228
إِصۡلَٰحٗاۚ
إِصۡلَٰحٗاۚ
إِصۡلَحٗاۚ
Ad-Dānī
95.
2:229
ٱلطَّلَٰقُ
ٱلطَّلَٰقُ
ٱلطَّلَقُ
Ad-Dānī
96.
2:229
مَرَّتَانِۖ
مَرَّتَانِۖ
مَرَّتَنِۖ
Ad-Dānī
97.
2:229
بِإِحۡسَٰنٖۗ
بِإِحۡسَٰنٖۗ
بِإِحۡسَنٖۗ
Ad-Dānī
98.
2:232
أَزۡوَٰجَهُنَّ
أَزۡوَٰجَهُنَّ
أَزۡوَجَهُنَّ
Ad-Dānī
99.
2:232
تَرَٰضَوۡاْ
تَرَٰضَوۡاْ
تَرَضَوۡاْ
Ad-Dānī
100.
2:233
وَٱلۡوَٰلِدَٰتُ
وَٱلۡوَلِدَتُ
وَٱلۡوَلِدَتُ
Ad-Dānī
101.
2:233
أَوۡلَٰدَهُنَّ
أَوۡلَٰدَهُنَّ
أَوۡلَدَهُنَّ
Ad-Dānī
102.
2:233
وَٰلِدَةُۢ
وَلِدَةُۢ
وَلِدَةُۢ
Tidak Keduanya
103.
2:234
أَزۡوَٰجٗا
أَزۡوَٰجٗا
أَزۡوَجٗا
Ad-Dānī
104.
2:236
مَتَٰعَۢا
مَتَٰعَۢا
مَتَعَۢا
Ad-Dānī
105.
2:238
حَٰفِظُواْ
حَٰفِظُواْ
حَفِظُواْ
Ad-Dānī
106.
2:240
لِّأَزۡوَٰجِهِم
لِّأَزۡوَٰجِهِم
لِّأَزۡوَجِهِم
Ad-Dānī
107.
2:240
أَزۡوَٰجٗا
أَزۡوَٰجٗا
أَزۡوَجٗا
Ad-Dānī
108.
2:240
مَّتَٰعًا
مَّتَٰعًا
مَّتَعًا
Ad-Dānī
109.
2:241
مَتَٰعُۢ
مَتَٰعُۢ
مَتَعُۢ
Ad-Dānī
110.
2:243
دِيَٰرِهِمۡ
دِيَٰرِهِمۡ
دِيَرِهِمۡ
Ad-Dānī
111.
2:243
أَحۡيَٰهُمۡۚ
أَحۡيَٰهُمۡۚ
أَحۡيَهُمۡۚ
Ad-Dānī
112.
2:244
وَقَٰتِلُواْ
وَقَٰتِلُواْ
وَقَتِلُواْ
Ad-Dānī
113.
2:246
نُّقَٰتِلۡ
نُّقَٰتِلۡ
نُّقَتِلۡ
Ad-Dānī
114.
2:246
تُقَٰتِلُواْ
تُقَٰتِلُواْ
تُقَتِلُواْ
Ad-Dānī
115.
2:246
دِيَٰرِنَا
دِيَٰرِنَا
دِيَرِنَا
Ad-Dānī
116.
2:247
وَٰسِعٌ
وَٰسِعٌ
وَسِعٌ
Ad-Dānī
117.
2:254
شَفَٰعَةٞۗ
شَفَٰعَةٞۗ
شَفَعَةٞۗ
Ad-Dānī
118.
2:256
بِٱلطَّٰغُوتِ
بِٱلطَّٰغُوتِ
بِٱلطَّغُوتِ
Ad-Dānī
119.
2:261
أَمۡوَٰلَهُمۡ
أَمۡوَٰلَهُمۡ
أَمۡوَلَهُمۡ
Ad-Dānī
120.
2:261
وَٰسِعٌ
وَٰسِعٌ
وَسِعٌ
Ad-Dānī
121.
2:262
أَمۡوَٰلَهُمۡ
أَمۡوَٰلَهُمۡ
أَمۡوَلَهُمۡ
Ad-Dānī
122.
2:269
ٱلۡأَلۡبَٰبِ
ٱلۡأَلۡبَٰبِ
ٱلۡأَلۡبَبِ
Ad-Dānī
123.
2:279
أَمۡوَٰلِكُمۡ
أَمۡوَٰلِكُمۡ
أَمۡوَلِكُمۡ
Ad-Dānī
124.
2:282
وَٱمۡرَأَتَانِ
وَٱمۡرَأَتَانِ
وَٱمۡرَأَتَنِ
Ad-Dānī
125.
2:282
لِلشَّهَٰدَةِ
لِلشَّهَٰدَةِ
لِلشَّهَدَةِ
Ad-Dānī
126.
2:282
تِجَٰرَةً
تِجَٰرَةً
تِجَرَةً
Ad-Dānī
127.
2:283
أَمَٰنَتَهُ
أَمَٰنَتَهُ
أَمَنَتَهُ
Ad-Dānī
128.
6:28
لَكَٰذِبُونَ
لَكَٰذِبُونَ
لَكَذِبُونَ
Ad-Dānī
129.
6:57
ٱلۡفَٰصِلِينَ
ٱلۡفَصِلِينَ
ٱلۡفَصِلِينَ
Tidak keduanya
130.
6:62
ٱلۡحَٰسِبِينَ
ٱلۡحَسِبِينَ
ٱلۡحَسِبِينَ
Tidak keduanya
131.
6:92
يُحَافِظُونَ
يُحَافِظُونَ
يُحَفِظُونَ
Ad-Dānī
132.
40:16
بَٰرِزُونَۖ
بَرِزُونَۖ
بَٰرِزُونَۖ
Abū Dāwūd
133.
40:18
كَٰظِمِينَۚ
كَظِمِينَۚ
كَظِمِينَۚ
Tidak keduanya
134.
40:29
ظَٰهِرِينَ
ظَهِرِينَ
ظَهِرِينَ
Tidak keduanya
135.
41:12
سَمَوَتٖ
سَمَٰوَتٖ
سَمَٰوَتٖ
Tidak keduanya
136.
39:56
ٱلسَّٰخِرِينَ
ٱلسَّخِرِينَ
ٱلسَّخِرِينَ
Tidak keduanya
137.
15:20
بِرَٰزِقِينَ
بِرَزِقِينَ
بِرَزِقِينَ
Tidak keduanya
138.
15:22
ٱلرِّيَٰحَ
ٱلرِّيَحَ
ٱلرِّيَحَ
Tidak keduanya
139.
15:22
بِخَٰزِنِينَ
بِخَزِنِينَ
بِخَزِنِينَ
Tidak keduanya
140.
15:23
ٱلۡوَٰرِثُونَ
ٱلۡوَرِثُونَ
ٱلۡوَرِثُونَ
Tidak keduanya
141.
15:98
ٱلسَّٰجِدِينَ
ٱلسَّجِدِينَ
ٱلسَّجِدِينَ
Tidak keduanya
142.
16:48
دَٰخِرُونَ
دَخِرُونَ
دَخِرُونَ
Tidak keduanya
143.
16:51
فَإِيَّٰيَ
فَإِيَّيَ
فَإِيَّيَ
Tidak keduanya
144.
16:59
يَتَوَرَى
يَتَوَٰرَى
يَتَوَرَى
Abū Dāwūd
145.
16:91
عَٰهَدتُّمۡ
عَٰهَدتُّمۡ
عَهَدتُّمۡ
Ad-Dānī
146.
16:110
جَٰهَدُواْ
جَٰهَدُواْ
جَهَدُواْ
Ad-Dānī
147.
5:89
أَيۡمَٰنِكُمۡ
أَيۡمَٰنِكُمۡ
أَيۡمَنِكُمۡ
Ad-Dānī
148.
5:89
ٱلۡأَيۡمَٰنَۖ
ٱلۡأَيۡمَٰنَۖ
ٱلۡأَيۡمَنَۖ
Ad-Dānī
149.
5:95
كَفَّٰرَةٞ
كَفَّٰرَةٞ
كَفَّرَةٞ
Ad-Dānī
150.
5:95
مَسَكِينَ
مَسَٰكِينَ
مَسَكِينَ
Ad-Dānī
151.
5:97
ٱلۡقَلَٰٓئِدَۚ
ٱلۡقَلَٰٓئِدَۚ
ٱلۡقَلَئِدَۚ
Ad-Dānī
152.
5:106
ٱثۡنَنِ
ٱثۡنَنِ
ٱثۡنَانِ
Ad-Dānī
153.
5:106
فَأَصَٰبَتۡكُم
فَأَصَٰبَتۡكُم
فَأَصَبَتۡكُم
Ad-Dānī
154.
5:106
شَهَٰدَةُ
شَهَٰدَةُ
شَهَدَةُ
Ad-Dānī
155.
5:110
وَٰلِدَتِكَ
وَٰلِدَتِكَ
وَلِدَتِكَ
Ad-Dānī
156.
5:116
عَلَّٰمُ
عَلَّٰمُ
عَلَّمُ
Ad-Dānī
157.
6:11
عَٰقِبَةُ
عَٰقِبَةُ
عَقِبَةُ
Ad-Dānī
158.
6:19
وَٰحِدٞ
وَٰحِدٞ
وَحِدٞ
Ad-Dānī
159.
6:25
أَسَٰطِيرُ
أَسَٰطِيرُ
أَسَطِيرُ
Ad-Dānī
160.
6:44
أَبۡوَٰبَ
أَبۡوَٰبَ
أَبۡوَبَ
Ad-Dānī
161.
6:46
أَبۡصَٰرَكُمۡ
أَبۡصَٰرَكُمۡ
أَبۡصَرَكُمۡ
Ad-Dānī
162.
6:54
بِجَهَٰلَةٖ
بِجَهَٰلَةٖ
بِجَهَلَةٖ
Ad-Dānī
163.
15:19
رَوَٰسِيَ
رَوَٰسِيَ
رَوَسِيَ
Ad-Dānī
164.
15:20
مَعَٰيِشَ
مَعَٰيِشَ
مَعَيِشَ
Ad-Dānī
165.
15:22
لَوَٰقِحَ
لَوَٰقِحَ
لَوَقِحَ
Ad-Dānī
166.
15:26
ٱلۡإِنسَٰنَ
ٱلۡإِنسَٰنَ
ٱلۡإِنسَٰنَ
Ad-Dānī
167.
15:26
صَلۡصَٰلٖ
صَلۡصَٰلٖ
صَلۡصَلٖ
Ad-Dānī
168.
15:47
إِخۡوَٰنًا
إِخۡوَٰنًا
إِخۡوَنًا
Ad-Dānī
169.
15:74
عَٰلِيَهَا
عَٰلِيَهَا
عَلِيَهَا
Ad-Dānī
170.
16:11
ٱلۡأَعۡنَٰبَ
ٱلۡأَعۡنَٰبَ
ٱلۡأَعۡنَبَ
Ad-Dānī
171.
16:13
أَلۡوَٰنُهُ
أَلۡوَٰنُهُ
أَلۡوَنُهُ
Ad-Dānī
172.
16:92
أَنكَٰثٗا
أَنكَٰثٗا
أَنكَثٗا
Ad-Dānī
173.
39:44
ٱلشَّفَٰعَةُ
ٱلشَّفَٰعَةُ
ٱلشَّفَعَةُ
Ad-Dānī
174.
40:42
ٱلۡغَفَّٰرِ
ٱلۡغَفَّٰرِ
ٱلۡغَفَّرِ
Ad-Dānī
175.
41:12
بِمَصَٰبِيحَ
بِمَصَٰبِيحَ
بِمَصَبِيحَ
Ad-Dānī
176.
41:39
خَٰشِعَةٗ
خَٰشِعَةٗ
خَشِعَةٗ
Ad-Dānī
177.
41:80
يُجَٰدِلُونَ
يُجَٰدِلُونَ
يُجَدِلُونَ
Ad-Dānī
178.
41:42
ٱلۡبَٰطِلُ
ٱلۡبَٰطِلُ
ٱلۡبَطِلُ
Ad-Dānī
179.
41:46
بِظَلَّٰمٖ
بِظَلَّٰمٖ
بِظَلَّمٖ
Ad-Dānī
180.
40:55
ٱلۡإِبۡكَٰرِ
ٱلۡإِبۡكَٰرِ
ٱلۡإِبۡكَرِ
Ad-Dānī

3   3 .    Analisis Ikhtilaf Rasm
Berdasarkan analisis pada kata yang terdapat dalam Al-Qur’an. Dalam surah:al-Baqarah, al-‘Imran, al-Ma>idah, al-An’a>m, an-Nahl, Ga>fir, Fushilat, az-Zumar dikategorikan menjadi tiga bagian:
1.      Perbedaan dalam rasm Mushaf Standar Indonesia terdapat 157 kata yang sesuai dengan madzhab Ad Da>ni dan tidak sesuai dengan madzhab Abu Da>wu>d.
2.      Perbedaan dalam rasm Mushaf Standar Indonesia terdapat 3 kata yang sesuai dengan rasm Mushaf Indonesia yang sesuai dengan madzhab Abu Da>wu>d dan tidak sesuai dengan madzhab Ad Da>ni.
3.      Terdapat 20 kata dalam rasm Mushaf Standar Indonesia yang tidak sesuai dengan madzhab asy-syaikhani (Ad Da>ni dan Abu Da>wu>d).
Faktor perbedaan pada Mushaf Standar Indonesia disebabkan perbedaan periwayatan ulama rasm pada masing-masing mushaf. Keduanya memiliki perbedaan dalam menetapkan huruf (al-Isbat) dan dalam Membuang huruf (al-H}az|f). al-Dāni cenderung menetapkan huruf alif, sedangkan abu da>wu>d cenderung membuang huruf alif.
Jika terjadi perbedaan antara keduanya dalam penulisan Al-Qur’an, ada yang mentarjih riwayat Abū Dāwūd sebagaimana Mushaf Madinah yang diterbitkan Mujamma’ Mālik Fahd, Saudi Arabia. Maka rasm ‘Utsma>ni yang dipakai Mushaf Standar Indonesia adalah riwayat al-Dāni. Meski tidak menjelaskan afiliasimadzhab rasm dalam sejumlah cetakan mushaf, MSI jelas berafiliasi dengan madzhab ad-Dānī jika dilihat dari sistem penulisan sejumlah kata yang termuat di dalamnya.[13]

C. KESIMPULAN
1.  Pendahuluan
Al-Qur’an muncul pertengahan abad ke-18, dan selalu merujuk pada dua imam besar, Abū Said ‘Utsmān ad-Dānī dan Abū Dāwūd Sulaimān bin Najah, Dalam kajian rasm ‘utsma>ni mereka disebut dengan asy-Syaikhāni (dua ulama yang kredibel dalam ilmu rasm).

2.  Pembahasan
a.  Pengertian
Ikhtilaf menurut KBBI perbedaan pendapat dikalangan ulama. Rasm berasal dari kata Al-Atsar yang berarti tulisan. Indonesia menetapkan Mushaf Standar Indonesia (MSI) menggunakan rasm (tulisan) ‘Utsma>ni.
b.  Pembagian Rasm Mushaf
Melalui KMA, No 25 tahun 1984, Indonesia memiliki tiga jenis mushaf Al-Qur’an Standar, yaitu: Mushaf Standar ‘Utsma>ni untuk orang awas, Mushaf Bahriyah untuk para penghafal Al-Qur’an, dan Mushaf Braille untuk para tunanetra.
c.  Macam-Macam Rasm
Penulisan Al-Qur’an lazimnya ditulis dengan dua macam, yaitu dengan rasm ‘Utsma>ni dan rasm imla’i, ketika menuliskan Al-Qur’an dalam mushaf, terjadi khilafiyah  (perbedaan pendapat) di kalangan ulama. Banyak ulama menyepakati Al-Qur’an ditulis dengan rasm ‘utsma>ni.
d.  Analisis Ikhtilaf Rasm (al-Da>ni dan Abu Da>wu>d)
1.      Perbedaan dalam rasm mushaf Standar Indonesia terdapat 157 kata yang sesuai dengan madzhab Ad Da>ni dan tidak sesuai dengan madzhab Abu Da>wu>d.
2.      Perbedaan dalam rasm Mushaf Standar Indonesia terdapat 3 kata yang sesuaidengan madzhab Abu Da>wu>d dan tidaksesuai dengan madzhab Ad Da>ni.
3.      Terdapat 20 kata dalam rasm Mushaf Standar Indonesia yang tidak sesuai dengan madzhab asy-syaikhani (Ad Da>ni dan Abu Da>wu>d).

DAFTAR PUSTAKA
Aqsho, Muhammad. "Pembukuan Alquran, Mushaf Usmani dan Rasm Alquran." Almufida: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman 1.1 (2016).
Febrianingsih, Dian. "Sejarah Perkembangan Rasm Utsmani." Al-Murabbi: Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman 2.2 (2016): 293-311.
Hakim, Abdul. "Perbandingan Rasm Mushaf Standar Indonesia, Mushaf Pakistan, dan Mushaf Madinah." Suhuf Jurnal Pengkajian Al-Qur'an dan Budaya 10.2 (2017): 371-404.
Hastuti, Qona, and Ah Dwi. Manuskrip Mushaf Al-Qur’an Daun Lontar Koleksi Kiai Abdurrochim (Studi Tentang Pemakaian Rasm Dan Qira At). Diss. IAIN Surakarta, 2019.
Huda, Nurul. "Histori, Urgensi dan Prinsip Penulisan Mushaf Al-Quran Standar Indonesia." Aksioma Ad-Diniyyah 6.2 (2018).
Hula, Ibnu Rawandhy N. Qawaid Al-Imla Wa Al-Khat: Kaidah-Kaidah Menulis Huruf dan Kata Arab dan Seni Kaligrafi. IAIN Sultan Amai Gorontalo, 2016.
Humam, Abdul Wadud Kasful. "Analisis Penulisan Surat Yāsīn Berdasarkan Kaidah Rasm Uthmānī Dalam Al-Quran Kudus Cetakan 1974." Al-Itqan Jurnal Studi Al-Quran 3.1 (2017).
Mauizdati, Nida. Pembelajaran Al-qur’an dengan Rasm Madinah dan Rasm Indonesia pada Anak Usia Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah. Diss. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim, 2018.
Mustopa, Mustopa. "Menimbang Perbedaan Rasm Umānī." Suhuf Jurnal Pengkajian Al-Qur'an dan Budaya 11.2 (2018): 359-372.
Mutiara, Miga. Kajian ilmu Rasm Usmani Mushaf Standar Indonesia dan Mushaf Madinah. BS thesis. Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Roudloh, Chumairok Zahrotur. RASM dalam manuskrip Mushaf Al Qur'an KH. Mas Hasan Masyruh. Diss. UIN Sunan Ampel Surabaya, 2019.
Sadat, Anwar. "Ikhtilaf di kalangan Ulama al-mujtahidin." Al-Risalah Jurnal Ilmu Syariah dan Hukum 15.2 (2016): 181-191.



[1]Qawaid Al-Imla ’ Wa Al-Khat 1.
[2]Nurul Huda, Histori, Urgensi dan Prindip Penulisan Mushaf Al-Quran Standar Indonesia, Jurnal Aksioma Ad-Diniyah, Vol. 6 No. 2. 2018), h. 186.
[3]Dian Febrianingsih, Sejarah Perkembangan Rasm ‘utsma>ni, Al Murabbi, Vol. 2, No. 2, 2016), h. 306.
[4]Anwar Sadat, Ikhtilaf di Kalangan Ulama Al-Mujtahidin, JurnalAl-Risalah, Vol. 15 No. 2, 2015), h. 182.
[5]Nafi’atul Ummah, Analisis Penulisan Surat Ya>si>n Berdasarkan Kaidah Rasm ‘Uthma>ni> dalam Al-Quran Kudus Cetakan 1974, Jurnal Al-Itqan, Vol. 3, No. 1, 2017, h. 93.
[6]Qawaid Al-Imla ’ Wa Al-Khat 1.
[7]Chumairok Zahrotur Roudloh, Rasm dalam Manuskrip Mushaf Al-Qur’an Kh. Mas Hasan Masyruh, (Skripsi Sarjana, Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UIN Sunan Ampel, Surabaya, 2019), h. 24.
[8]Manuskrip Mushaf Al-Qur and Others, ‘Manuskrip Mushaf Al- Qur’an Daun Lontar Koleksi Kiai Abdurrochim (Studi Tentang Pemakaian Rasm dan QiraAt)’, 2019.
[9]Abdul Hakim, ‘Perbandingan Rasm Mushaf Standar Indonesia , Mushaf Pakistan , dan Mushaf Madinah Analisis Rasm Kata Berkaidah ażf Al-urūf’, 10.2 (2017).
[10]Nida Mauizdati, Pembelajaran Al-Qur’an dengan Rasm Madinah dan Rasm Indonesia pada Anak Usia Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah, (Tesis, Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyyah, UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang, 2016), h. 27.
[11]Muhammad Aqsho Pembukuan Alquran, Mushaf Usmani dan Rasm Alquran, Jurnal: Almufida Vol. 1 No. 1 Juli, 2016, h. 94.
[12]Mushaf Standar, Indonesia dan, and Mushaf Madinah, ‘Kajian Ilmu Rasm Usmani Mushaf Standar Indonesia dan Mushaf Madinah’, 2019.
[13]Mustopa, Suhuf: Jurnal pengkajian Al-Qur’an dan Budaya, Vol. 11 No. 2, 2018), h. 365.